
Pengembangan Media Interaktif untuk Literasi Budaya Anak di Perpustakaan Komunitas
Kontribusi Program Studi DKV Telkom University dalam Pengabdian kepada Masyarakat
Pendahuluan
Pengenalan budaya tradisional kepada anak-anak membutuhkan pendekatan yang menarik dan menyeluruh. Di tengah dominasi budaya populer global, seni tradisi seperti tari Legong Bali berisiko semakin jauh dari pengalaman keseharian anak. Padahal, tari Legong merupakan warisan budaya takbenda yang kaya akan nilai estetika, simbolik, dan historis. Program pengabdian masyarakat berupa infografis dan media interaktif hadir sebagai upaya memperkenalkan literasi budaya kepada anak usia 5–12 tahun melalui pendekatan visual storytelling dan pengalaman belajar berbasis aktivitas.
Bekerja sama dengan Pustakalana Children’s Library di Bandung, program ini mengembangkan media pembelajaran berbasis ilustrasi. Media dirancang agar mudah dipahami, menyenangkan, dan sesuai dengan karakter belajar anak. Alih-alih menyajikan informasi secara satu arah, kegiatan ini mengajak anak berinteraksi melalui cerita, visual, dan gerak sederhana, sehingga budaya tidak hanya dibaca, tetapi juga dipraktekkan dan dialami.
Hasil & Pembahasan
Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan poster infografis ilustratif efektif sebagai media storytelling interaktif di ruang literasi anak. Poster berperan sebagai pusat perhatian visual yang membantu pendongeng dan fasilitator menyampaikan narasi budaya secara kolektif. Anak-anak menunjukkan ketertarikan tinggi terhadap ilustrasi bergaya kartun dengan warna kontras, struktur visual sederhana, serta informasi yang ringkas.
Dari sisi perancangan, media dikembangkan berdasarkan tiga konsep utama, yaitu konsep pesan (edukatif, informatif, dan dinamis), konsep media (pemilihan format poster yang mudah diakses dan fleksibel), serta konsep perancangan visual yang menekankan penggunaan ilustrasi sebagai bahasa utama. Ilustrasi diadaptasi dari gaya cat air manual menjadi ilustrasi cat air digital agar lebih komunikatif bagi anak. Dalam praktiknya, ilustrasi tidak berdiri sendiri, melainkan bekerja bersama narasi lisan fasilitator, sehingga berfungsi sebagai mediator budaya yang memicu dialog, imajinasi, dan keterlibatan anak.

Poster infografis Serba-Serbi Kostum Legong
Credits: Tim abdimas Telkom University, 2025

Poster infografis Serba-Serbi Kostum Legong
Credits: Tim abdimas Telkom University, 2025

Peragaan poster infografis Serba-Serbi Kostum Legong
Credits: Tim abdimas Telkom University, 2025
Penutup
Program pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa ilustrasi dapat menjadi medium efektif dalam literasi budaya anak apabila dirancang secara kontekstual dan disajikan melalui interaksi langsung. Penggabungan visual, cerita, dan aktivitas sederhana memungkinkan anak memahami budaya tanpa beban kognitif yang berlebihan. Selain berdampak pada anak, kegiatan ini juga memperkuat peran perpustakaan komunitas sebagai ruang pembelajaran budaya berbasis pengalaman.
Ke depan, media ini memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut, baik melalui produksi kit fisik yang lebih lengkap maupun adaptasi pada konteks budaya lain di Indonesia. Pendekatan ini membuka peluang kolaborasi antara desainer, pendidik, seniman, dan komunitas literasi dalam merancang media pembelajaran budaya yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan demikian, ilustrasi tidak hanya berfungsi sebagai elemen visual pendukung, tetapi sebagai strategi desain komunikasi yang berperan aktif dalam membangun keterhubungan anak dengan warisan budaya nusantara.
Ketua: DIANI APSARI
Anggota: WIBISONO TEGAR GUNA PUTRA
Mahasiswa: ZAHRA QANITA ARDIA UTAMI
HARUMI YASMIN PUTRI
RENITA SEPHIA ROSYIDIN