Melestarikan Musik Tradisional Baros Lewat Arsip Suara Digital
Desa Baros di Kabupaten Bandung dikenal sebagai salah satu wilayah yang masih menjaga kekayaan musik tradisional Sunda, seperti angklung, calung, kendang, dan suling. Instrumen-instrumen ini tidak hanya menjadi bagian dari pertunjukan seni, tetapi juga melekat erat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat—mulai dari ritual agraris hingga kegiatan sosial dan keagamaan.
Namun, seiring berkembangnya zaman, tradisi musik ini menghadapi tantangan. Minimnya dokumentasi, menurunnya minat generasi muda, serta keterbatasan akses teknologi membuat pengetahuan musikal yang diwariskan secara lisan semakin rentan hilang. Berangkat dari kondisi tersebut, Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Industri Kreatif Telkom University melaksanakan program Digital Archiving of Sound Design di Desa Baros.
Perekaman Musik Tradisional Bersama Komunitas

Program ini dilaksanakan dengan melibatkan langsung masyarakat Desa Baros sebagai mitra. Bersama Sesama Design Lab dan Forum Bebenah Lemah Cai Desa Baros, tim pengabdi melakukan perekaman suara instrumen musik tradisional dalam berbagai situasi, seperti latihan dan kegiatan komunal. Proses perekaman tidak hanya merekam bunyi, tetapi juga cerita dan pengetahuan yang menyertai setiap instrumen.
Melalui pendekatan kolaboratif ini, masyarakat tidak hanya menjadi objek dokumentasi, tetapi juga berperan aktif sebagai bagian dari proses pelestarian budaya mereka sendiri.
Arsip Suara Digital Berbasis Web

Hasil dari kegiatan ini adalah arsip suara digital berbasis web yang menyimpan rekaman instrumen tradisional Baros. Arsip ini dirancang agar mudah diakses dan dipahami, baik oleh masyarakat lokal maupun generasi muda. Setiap rekaman dilengkapi dengan deskripsi singkat mengenai instrumen, konteks budaya, serta informasi pendukung lainnya.
Arsip suara ini diharapkan dapat menjadi media pembelajaran, dokumentasi budaya, sekaligus sarana untuk mengenalkan kekayaan musik Baros kepada khalayak yang lebih luas.
Mendorong Kesadaran dan Regenerasi Budaya
Selain menghasilkan arsip digital, kegiatan ini juga memberikan ruang belajar bagi masyarakat, khususnya pemuda desa, untuk mengenal proses dasar dokumentasi suara dan pengelolaan arsip digital. Melalui pendampingan dan diskusi, muncul kesadaran bahwa teknologi dapat menjadi alat penting untuk menjaga dan meneruskan tradisi budaya.
Penyerahan simbolik arsip suara kepada mitra menjadi penanda komitmen bersama antara tim pengabdi dan komunitas Desa Baros dalam menjaga keberlanjutan musik tradisional. Arsip ini diharapkan terus berkembang dan dimanfaatkan sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya di masa depan.
Menjaga Warisan, Merangkul Teknologi

Program Digital Archiving of Sound Design menunjukkan bahwa pelestarian budaya tidak harus berseberangan dengan teknologi. Justru melalui pemanfaatan teknologi digital, warisan musik tradisional Baros dapat terus hidup, dikenal, dan diwariskan lintas generasi.
Melalui kolaborasi antara akademisi dan masyarakat, Desa Baros kini memiliki langkah awal untuk menjaga identitas soniknya agar tetap relevan di tengah perubahan zaman.