
Perancangan dan Produksi Sign System Limasan’s Finest sebagai Upaya Peningkatan Layanan UMKM di Sumedang
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) bertajuk “Perancangan dan Produksi Sign System Limasan’s Finest di Sumedang, Jawa Barat” telah dilaksanakan pada Jumat, 9 Januari 2026, bertempat di Resto–Café Limasan’s Finest, Jalan Bojong Ragadiem No. 1A, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang. Kegiatan ini diketuai oleh I Dewa Alit Dwija Putra, dengan anggota tim Dimas Krisna Aditya dan I Gusti Agung Rangga Lawe, serta melibatkan mahasiswa Rafi Musyaffa Azizi, Naufal Dary Fatih, dan Bertha Nathalia Chandra Putri.
Pelaksanaan kegiatan abdimas ini dilakukan secara nonformal untuk menciptakan suasana yang akrab dan kolaboratif antara tim pengabdian dan mitra. Hadir dalam kegiatan ini pemilik UMKM Resto–Café Limasan’s Finest sekaligus manajer, wakil manajer sebagai pengelola harian, tim marketing, serta beberapa staf pendukung. Inti dari kegiatan ini adalah penyerahan desain dan produk sign system serta wayfinding yang telah dirancang melalui tahapan yang sistematis dan berkelanjutan.
Proses perancangan diawali dengan observasi langsung di lapangan untuk memahami kondisi lingkungan, alur pengunjung, serta karakter visual lokasi. Tahap ini dilanjutkan dengan forum group discussion (FGD) bersama pihak manajemen dan staf Limasan’s Finest guna menggali kebutuhan, permasalahan, serta harapan mitra terhadap sistem signage yang akan diterapkan. Melalui diskusi tersebut, dirumuskan konsep desain yang selaras dengan visi, misi, serta karakter etnik dan tradisional yang menjadi identitas Resto–Café Limasan’s Finest. Selain aspek visual, pemilihan material juga menjadi perhatian utama, khususnya material yang mampu bertahan terhadap cuaca dan kondisi iklim setempat.
Program abdimas periode batch-2 tahun 2025 ini mengusung tema penerapan Environmental Graphic Design (EGD) sebagai upaya pendampingan kepada mitra. Tujuan utamanya adalah memberikan pemahaman bahwa sign system dan wayfinding bukan sekadar elemen dekoratif, melainkan bagian penting dari fasilitas dan pelayanan yang dapat meningkatkan kenyamanan, kemudahan orientasi, serta pengalaman pengunjung. Penerapan EGD yang tepat juga berkontribusi pada penataan fasilitas interior dan eksterior resto-café secara lebih terstruktur dan informatif.

Berdasarkan hasil survei dan diskusi bersama seluruh staf dan manajemen, disadari bahwa kebutuhan akan signage selama ini belum menjadi perhatian utama pengelola. Padahal, dalam teori sign system terdapat empat jenis penanda utama, yaitu identification sign, direction sign, information sign, serta regulatory sign berupa himbauan atau larangan. Dari keempat jenis tersebut, kebutuhan paling mendesak di Limasan’s Finest adalah direction sign atau penunjuk arah menuju lokasi resto-café. Meskipun berada dekat dengan Gerbang Tol Cisumdawu, akses menuju lokasi cukup membingungkan karena harus melewati area perkampungan dan jauh dari jalan protokol.
Sebagai solusi, dirancang signage penunjuk arah berupa neon box atau artboard dengan ukuran yang lebih proporsional dan material tahan cuaca. Namun, pada tahap pengabdian periode ini, realisasi signage luar ruang berskala besar masih terkendala perizinan pemerintah daerah dan keterbatasan anggaran produksi. Selain itu, dilakukan perancangan ulang identification sign dengan memperbesar ukuran dan mengubah bentuk dari bulat menjadi persegi agar tingkat keterbacaan meningkat, terutama pada malam hari.
Kebutuhan sign system juga mencakup area interior, khususnya identification sign untuk tiga tenant utama di lingkungan Limasan’s Finest, yaitu Kebo Café, Kinca Ipung, dan Limasan’s Finest. Melalui kegiatan abdimas ini, diharapkan mitra memperoleh pemahaman menyeluruh tentang pentingnya sign system sebagai bagian integral dari pelayanan, identitas visual, dan strategi peningkatan loyalitas konsumen UMKM.
Tim Pengabdian Masyarakat
Ketua:
I Dewa Alit Dwija Putra, S.Sn., M.Sn., Ph.D.
Tim:
Dimas Krisna Aditya, S.IP., M.Sn.
I Gusti Agung Rangga Lawe, S.Ds., M.Ds
Mahasiswa:
Rafi Musyaffa Azizi
Naufal Dary Fatih
Bertha Nathalia Chandra Putri