
Optimalisasi Desain Komunikasi Visual melalui Signage Edukatif Berbasis Environment Graphic Design di SD Islam Al-Amanah Bandung
Kontribusi Program Studi DKV Telkom University dalam Pengabdian kepada Masyarakat

Pendahuluan
Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Telkom University memiliki komitmen kuat dalam mengimplementasikan keilmuan desain tidak hanya untuk kebutuhan industri kreatif, tetapi juga untuk menjawab permasalahan sosial dan pendidikan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas). Salah satu bentuk nyata dari komitmen tersebut diwujudkan melalui program perancangan dan penerapan signage edukatif berbasis Environment Graphic Design (EGD) sebagai Teknologi Tepat Guna (TTG) di SD Islam Al-Amanah, Cileunyi, Kabupaten Bandung.
Sekolah dasar merupakan fase pendidikan awal yang sangat menentukan dalam pembentukan karakter, kebiasaan, dan cara berpikir anak. Pada tahap ini, anak tidak hanya belajar melalui kegiatan belajar mengajar di kelas, tetapi juga melalui interaksi dengan lingkungan fisik sekolah. Lingkungan visual mulai dari warna, simbol, teks, hingga ilustrasi yang memiliki peran penting sebagai media pembelajaran nonformal yang berlangsung secara terus-menerus. Oleh karena itu, lingkungan sekolah idealnya dirancang secara sadar dan komunikatif agar mampu mendukung proses pendidikan secara menyeluruh.
Dalam praktiknya, banyak sekolah dasar di Indonesia belum memanfaatkan komunikasi visual secara optimal. Signage di lingkungan sekolah sering kali terbatas pada penanda ruang dasar, dibuat seadanya, dan belum mempertimbangkan aspek edukatif maupun psikologis anak. Kondisi ini juga ditemukan di SD Islam Al-Amanah, meskipun sekolah tersebut memiliki visi dan misi yang kuat dalam membangun karakter religius, cerdas, dan kreatif serta telah menerapkan program Sekolah Ramah Anak (SRA).
Berdasarkan kondisi tersebut, tim Abdimas dari Program Studi DKV Telkom University menawarkan solusi melalui pendekatan Desain Komunikasi Visual dan Environment Graphic Design dengan merancang signage edukatif yang ramah anak, informatif, dan kontekstual. Program ini tidak hanya bertujuan memperbaiki sistem wayfinding sekolah, tetapi juga menjadikan signage sebagai media edukasi visual yang mendukung literasi visual, penanaman nilai keislaman, kedisiplinan, kebersihan, serta budaya belajar yang positif.
Hasil dan Pembahasan
Penerapan Desain Komunikasi Visual dan Environment Graphic Design
Hasil utama dari kegiatan Abdimas ini adalah terwujudnya sistem signage edukatif yang terintegrasi di lingkungan SD Islam Al-Amanah. Perancangan signage dilakukan dengan menerapkan prinsip-prinsip Desain Komunikasi Visual, seperti kesederhanaan pesan, konsistensi identitas visual, pemilihan warna ramah anak, tipografi yang mudah dibaca, serta penggunaan ikon dan ilustrasi yang komunikatif. Prinsip-prinsip ini disesuaikan dengan karakteristik siswa sekolah dasar yang berada pada tahap perkembangan kognitif operasional konkret.

Pendekatan Environment Graphic Design memungkinkan signage tidak hadir sebagai elemen terpisah, melainkan menyatu dengan lingkungan fisik sekolah. Penempatan signage dirancang berdasarkan alur aktivitas siswa dan titik-titik strategis sekolah, seperti area masuk, koridor, ruang kelas, mushola, kantin, perpustakaan, dan lapangan. Dengan demikian, signage dapat berfungsi optimal sebagai sistem navigasi sekaligus media komunikasi visual yang terus berinteraksi dengan pengguna ruang.
Signage Edukatif sebagai Media Pembelajaran Nonformal
Salah satu capaian penting dari program ini adalah pengembangan signage sebagai media pembelajaran nonformal. Konten signage tidak hanya berisi informasi ruang namun memberikan keberadaan signage edukatif ini sebagai pengalaman belajar melalui visual yang bersifat kontekstual. Siswa tidak merasa sedang “belajar” secara formal, tetapi secara tidak sadar menyerap nilai dan informasi melalui visual yang mereka lihat setiap hari. Hal ini sejalan dengan konsep literasi visual
Signage sebagai Teknologi Tepat Guna (TTG)
Dari sisi teknologi, signage edukatif yang dirancang dalam program ini dapat dikategorikan sebagai Teknologi Tepat Guna. Material yang digunakan dipilih berdasarkan prinsip sederhana, terjangkau, mudah diperoleh, dan relatif tahan lama. Proses produksi signage menggunakan teknik yang tidak kompleks sehingga dapat direplikasi oleh pihak sekolah maupun sekolah lain dengan penyesuaian sederhana.

Selain itu, desain signage dibuat modular dan fleksibel, sehingga memungkinkan pembaruan konten di masa depan tanpa harus mengganti keseluruhan sistem. Pendekatan ini mendukung keberlanjutan program dan memberikan kemandirian bagi sekolah dalam mengelola lingkungan visualnya. Dengan demikian, hasil Abdimas tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi membuka peluang pengembangan berkelanjutan.
Dampak bagi Sekolah dan Program Studi DKV
Dampak positif dari program ini dirasakan oleh berbagai pihak. Bagi siswa, signage membantu mempermudah navigasi, meningkatkan rasa aman dan nyaman, serta memperkaya pengalaman belajar visual. Bagi guru, signage menjadi media pendukung pembelajaran dan penguatan karakter yang dapat digunakan secara konsisten dalam aktivitas sehari-hari. Bagi sekolah, sistem signage yang terintegrasi memperkuat identitas visual dan citra sekolah sebagai lingkungan belajar yang ramah anak dan edukatif.

Bagi Program Studi DKV Telkom University, kegiatan ini menjadi sarana penerapan keilmuan secara nyata di masyarakat. Program ini menunjukkan bahwa Desain Komunikasi Visual memiliki peran strategis dalam dunia pendidikan dan mampu memberikan solusi konkret terhadap permasalahan lingkungan belajar. Selain itu, kegiatan ini juga selaras dengan roadmap keilmuan kelompok keahlian Aesthetic, Culture, and Conservation (AECTIVA), khususnya pada kajian grafis lingkungan, identitas visual, dan branding berbasis budaya.
Penutup
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang dilakukan oleh Program Studi Desain Komunikasi Visual Telkom University di SD Islam Al-Amanah membuktikan bahwa desain memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang komunikatif, edukatif, dan ramah anak. Melalui penerapan signage edukatif berbasis Environment Graphic Design, lingkungan sekolah tidak hanya berfungsi sebagai ruang fisik, tetapi juga sebagai media pembelajaran nonformal yang mendukung pembentukan karakter dan literasi visual siswa.
Program ini juga menunjukkan bahwa Desain Komunikasi Visual dapat menjadi bentuk Teknologi Tepat Guna yang sederhana, aplikatif, dan berkelanjutan. Dengan pendekatan kolaboratif antara perguruan tinggi dan sekolah, kegiatan Abdimas ini diharapkan dapat menjadi model inspiratif bagi institusi pendidikan lain dalam memanfaatkan desain sebagai solusi nyata bagi peningkatan kualitas lingkungan belajar. Ke depan, sinergi semacam ini diharapkan terus berkembang sebagai kontribusi nyata DKV Telkom University bagi masyarakat dan dunia pendidikan.