
Pemberdayaan UMKM Desa Banjarsari Lewat Pelatihan Mobile Videography
Bandung, 13 Agustus 2025 – Di era digital saat ini, promosi produk melalui media sosial menjadi salah satu strategi yang paling efektif untuk meningkatkan jangkauan pasar. Menyadari pentingnya hal tersebut, program pengabdian masyarakat dari tim dosen dan mahasiswa perguruan tinggi menghadirkan solusi konkret bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Banjarsari, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut.
Melalui kegiatan bertajuk “Pelatihan Mobile Videography untuk Pembuatan Konten Promosi di Sosial Media”, para pelaku UMKM dibekali keterampilan digital dasar dalam membuat konten video promosi menggunakan smartphone. Kegiatan ini berlangsung di Kantor Balai Desa Banjarsari pada Rabu, 13 Agustus 2025, dan diikuti antusias oleh puluhan peserta dari berbagai bidang usaha lokal.

Gambar 1. Pelatihan Mobile Videography Dengan Peserta UMK
Sumber: Dokumentasi Penulis
Meningkatkan Daya Saing UMKM Lewat Konten Kreatif
Pelatihan ini dirancang untuk membantu para pelaku UMKM memproduksi konten promosi yang menarik, informatif, dan mudah dibagikan di platform seperti Instagram, Facebook, dan TikTok. Materi yang diberikan mencakup teknik dasar pengambilan gambar, pencahayaan, komposisi visual, serta pengenalan aplikasi edit video sederhana yang dapat digunakan langsung dari ponsel pintar.
“Konten video menjadi alat promosi yang sangat powerful saat ini. Dengan pelatihan ini, kami ingin mendorong para pelaku UMKM agar bisa memanfaatkan potensi smartphone mereka untuk meningkatkan visibilitas produk secara mandiri,” ujar salah satu narasumber pelatihan.
Teknologi untuk Pemberdayaan Ekonomi Desa
Lebih dari sekadar pelatihan teknis, kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam upaya pemberdayaan ekonomi lokal. Dengan keterampilan yang didapat, pelaku UMKM diharapkan mampu memperluas jangkauan pasar mereka, bahkan menembus pasar di luar wilayah desa.
“Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kami. Selama ini kami hanya mengandalkan penjualan offline dan promosi dari mulut ke mulut. Sekarang, kami jadi tahu bagaimana mempromosikan produk secara digital,” ungkap Yuyun Wahyuni, salah satu peserta pelatihan yang memproduksi Burayot (makanan khas Garut) rumahan.

Gambar 2. Tim Universitas Telkom Berdiskusi Dengan Kepala Desa
Sumber: Dokumentasi Penulis
Program ini juga menunjukkan bagaimana kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dapat menciptakan dampak nyata. Pemerintah Desa Banjarsari sendiri memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan pelatihan ini sebagai bagian dari strategi pembangunan berbasis potensi lokal.
Mengurangi Kesenjangan Digital Desa-Kota
Di tengah percepatan digitalisasi, kesenjangan digital antara wilayah perkotaan dan pedesaan masih menjadi tantangan besar. Pelatihan ini menjadi bagian dari solusi untuk mengurangi kesenjangan tersebut, sekaligus membuka jalan bagi masyarakat desa untuk lebih melek teknologi.
Melalui program seperti ini, diharapkan literasi digital masyarakat desa terus meningkat, dan teknologi tidak lagi menjadi kendala, melainkan alat untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan.
Tim Penulis: Mario, Muhammad Adharamadinka, Maria Joseph